Skip to content

contoh penelitian tindakan kelas( ptk)

05/03/2013

DAFTAR ISI
Lembar Laporan Penelitian Tindakan Kelas 2
Abstrak 3
Kata Pengantar 4
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang 6
2. Rumusan masalah 8
3. Tujuan penelitian 8
4. Manfaat hasil penelitian 8
5. Definisi operasional 10
BAB II KAJIAN TEORI
A. Pengertian sholat 10
B. Dasar- dasar hukum sholat 11
C. Syarat- syarat sholat 12
D. Rukun sholat 13
E. Sunnah sholat 15
F. Hal- hal yang membatalkan sholat 16
BAB III METODE PENELITIAN
A. Setting dan subyek penelitian 17
B. Jenis data dan cara pengambilanya 17
BAB IV KESIMPULAN
A. Kesimpulan 18
B. Saran 18
DAFTAR PUSTAKA 19

LAPORAN
PENELITIAN TINDAKAN KELAS
( MTS )

UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK MATA PELAJARAN FIQIH BAHASAN TATA CARA SHOLAT WAJIB KELAS VII MTS SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOSEWU DENGAN MENGGUNAKAN MEDIA LCD

Oleh :
Siti Nurfitriyani Kusumawati (D31210108)

MTS SALAFIYAH SYAFI’IYAH SUKOSEWU BOJONEGORO
DESEMBER 2012

ABSTRAK

Siti Nurfitriyani Kusumawati, 2012. Upaya peningkatan Hasil Belajar Peserta Didik Mata Fiqih Bahasan Tata Cara Sholat wajib Kelas VII MTS Syalafiyah syafiiyah Sukosewu Dengan Mengunakan Media LCD .
Kata kunci: meningkatkan hasil belajar peserta didik mata Pelajaran fiqih bahasan tata cara sholat wajib kelas VII MTS Syalafiyah Syafiiyah Sukosewu dengan menggunakan media LCD.
Tujuan peneliti ini adalah untuk meningkatkan Hasil Belajar peserta didik mata pelajaran fiqih bahasan tata cara sholat wajib kelas VII Syalafiyah Syafiiyah MTS sukosewu dengan menggunakan media LCD. Dengan maksud untuk memperjelas bacaan dan tata cara sholat dengan baik. Karena ada sebagian peserta didik yang kurang bisa sholat dengan benar misal pada saat sholat salah satu kakinya ditekuk tidak lurus. Peneliti menggunakan media LCD dengan maksud agar peserta didik melihat bagaimana tata sholat yang benar setelah itu bisa dipraktekkan langsung. Untuk peserta didik yang sudah paham bagaimana tata cara sholat bisa dibuat untuk menyempurnakan pemahaman sholat dikarenakan mungkin sudah diajarkan pada waktu SD/MI bisa jadi waktu belajar membaca al- qur’an( mengaji). Selain itu dengan menggunkan media LCD ini siswa tidak jenuh dengan materi yang diajarkan. Terutama peserta didik yang berasal dari MI atau TPQ mereka akan merasa itu sudah pernah diajarkan. Guna untuk menarik simpati anak.
Penelitian ini dilakukan terhadap siswa kelas VII B MTS Syalafiyah Syafiiyah Sukosewu Bojonegoro yang berjumlah 31 siswa yang terbagi menjadi 22 perempuan dan 9 laki-laki. Semua anak pada kelas itu mendapatkan perlakuan yang sama. Penelitian ini dilakukan hanya satu hari dikarenakan sekolah bertempat di sekolah tanah kelahiran yaitu Bojonegoro peneliti memilih satu hari Karena peneliti sebagai utusan untuk menggantikan pak ali mustofa ada acara diluar sekolah. Selain itu peneliti berfikir bagaimana kalau kelas VII ini sebagai obyek penelitian. Berhubung peneliti juga mempunyai tugas Perkuliahan PTK maka kelas VII B lah obyek penelitiannya. Sesuai dengan kata kepala sekolah ada banyak masalah dalam mata pelajaran ini terutama cara sholat dengan baik.
Rancangan penelitian yang digunakan adalah rancangan penelitian tindakan yang alurnya yaitu membuat perencanaan tindakan, melaksanakan tindakan dalam pembelajaran, mengadakan pengamatan terhadap pelaksanaan tindakan, dan merefleksi pelaksaan tindakan. Hasil refleksi tersebut digunakan untuk mengambil keputusan. Adapun data penelitian berupa Data hasil belajar diperoleh dari hasil pengamatan satu hari dan hasil obsevasi dan wawancara Drs. BUKHARI Selaku kepala sekolah.
Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa untuk meninggkatan hasil belajar peserta didik ini untuk menggunakan media LCD langsung di praktekkan.

KATA PENGANTAR

Dengan mengucapkan rasa syukur kepada Allah Swt. Laporan penelitian tindakan kelas mata pelajaran fiqih dengan judul “ Upaya peninggkatan hasil belajar peserta didik mata pelajaran fiqih bahasan tata cara sholat wajib kelas VII MTS Syalafiyah Stafiiyah Sukosewu dengan menggunakan media LCD” telah selesai disusun. Melalui laporan ini, kami sampaikan terima kasih kepada :
1. Drs. H. Achmad Zaini, MA, Selaku pembimbing yang telah membimbing proses perkuliahan penelitian tindakan kelas sampai selesai.
2. Drs. Bukhari, selaku kepala sekolah MTS Syalafiyah Syafiiyah Sukosewu yang digunakan sebagai obyek penelitian.
3. Pihak-pihak yang telah membantu dalam menyelesaikan penelitian ini.
Untuk memperbaiki dalam penyusunan penelitian ini, saran dan kritik sangat diperlukan untuk menyempurnakannya. Mudah-mudahan laporan penelitian ini bermanfaat bagi kita semua. Amin.

Bojonegoro, Desember 2012

Mengetahui, Peneliti.
pendamping

Drs. H. Achmad Zaini, MA Siti Nurfitriyani Kusumawati
NIP. 131789875 D31210108

BAB I
PENDAHULUAN
1. LATAR BELAKANG
Shalat merupakan kewajiban hamba Allah Swt yang beriman. Bentuknya adalah serangkaian gerakan dan do’a dengan menghadapkan wajahnya kepada Yang Maha Pencipta. Shalat merupakan ibadah yang pertama kali diperhitungkan dan pertama kali dihisab di hari akhir. Di dalam ibadah shalat ada dua macam bentuk, yaitu: shalat wajib dan shalat sunat. Menurut hadist Bukhori, shalat wajib adalah ibadah yang wajib dikerjakan oleh masing-masing orang muslim, apabila dikerjakan mendapat pahala dan apabila tidak dikerjakan akan mendapatkan dosa. Shalat wajib ini ada lima macam waktu, diantaranya: shalat Subuh dikerjakan menjelang fajar, shalat Dzuhur dikerjakan pada saat matahari melebihi bayangan kita, shalat Ashar dikerjakan ketika sore sebelum matahari berwarna merah, shalat Maghrib dikerjakan ketika matahari sudah tenggelam, dan yang terakhir shalat Isya’ dikerjakan setelah shalat Maghrib. Anak sudah baligh. Shalat wajib dikerjakan dimana, kapan, dan bagaimanasaja keadaannya. Shalat yang dikerjakan secara tekun, khusyu, dan rutin, dapat menjadi alat pendidikan yang efektif dan membawa nikmat yang sangat besar serta mampu membentuk kepribadian muslim. Supaya shalat dapat diterima dihadapan Allah, maka harus mematuhi segala aturan yang sudah diterangkan di Al-Qur’an maupun Al-Hadist. Diantaranya mematuhi dan menjalankan urutan syarat syahnya shalat, yaitu : menutup aurat, telah masuk waktu shalat, menghadap kiblat, berwudlu, dan lain-lain. Salah satu syarat yang sering dianggap remeh oleh anak-anak pada khususnya dan orang dewasa pada umumnya, yaitu wudlu. Wudlu adalah salah satu cara mensucikan anggota tubuh, diantaranya: wajah, telapak tangan, kepala, dan kedua kaki dengan menggunakan air yang suci yang tidak tercampur najis. Dan di antara salah satu metode yang sangat efektif untuk mensucikan jiwa, ialah dengan berwudlu. Seorang muslim diwajibkan bersuci setiap akan melaksanakan shalat.
Karena sholat adalah amal ibadah penentu dari amal ibadah yang lain dihadapan Allah SWT nanti Rasulullah SAW pernah bersabda: “AWWALU MAA YUHAASABU `ALAIHIL `ABDU YAUMAL QIYAAMATI ASH SHALAATU FA IN SHALUHAT SHALUHA SAAIRU `AMALIHI WA IN FASADA SAA-IRU `AMALIHII”
Artinya : “Awal mula amalan yang yang dihisap atas seorang hampa pada hari kiamat nanti adalah sholat, maka apabila sholat itu baiklah seluruh amalannya, dan apabila Sholat itu jelek, maka jelek pulalah seluruh amalannya.” (Hadits riwayat Imam Thobronie).
Dalam penelitian ini materi ini sangatlah penting guna member kebahagiaan dunia maupun akhirat maka penting pemahaman tentang sholat sangat penting terutama pada anak- anak yang sudah diwajibkan sholat. Peneliti menggunkan pembelajaran melalui LCD pada mata fiqih bahasan tata cara sholat wajib pada kelas VII di MTS Syalafiyah Syafiiyah SUKOSEWU BOJONEGORO guna untuk meningkatkan belajar peserta didik dan hasilnya. Mengapa peneliti menggunakan media LCD agar mampu memahami materi sholat. Berbeda dengan menggunakan media selain LCD peserta didik kurang begitu efektif pada mata pelajaran fiqih bahasan tata cara sholat wajib pada kelas VII MTS. Contoh pemahaman materi ini dengan menggunakan media gambar kurang efisien. Disini akan membandingkan pembelajaran menggunakan LCD Dengan selain LCD. Pasti disitu akan ada banyak kesenjangan.

2. RUMUSAN MASALAH
Berdasarkan latar belakang yang penulis kemukakan di atas, maka yang menjadi topik permasalahan ini dapat dirumuskan sebagai berikut:
a. Bagaimana Penerapan Media Pembelajaran Fiqih bahasan Tata cara Sholat wajib Kelas VII MTS SUKOSEWU?
b. Bagaimana Hasil Pembelajaran FIQIH bahasan tata cara Sholat wajib Kelas VII MTS SUKOSEWU dengan menggunakan Media LCD?
3. TUJUAN PELITIAN
Tujuan penelitian ini dimaksudkan untuk :
a. Mengetahui Penerapan Media Pembelajaran Fiqih bahasan tata cara Sholat wajib Kelas VII MTS SUKOSEWU.
b. Mengetahui Hasil Pembelajaran FIQIH bahasan Tata cara Sholat wajib Kelas VII MTS SUKOSEWU dengan menggunakan Media LCD.

4. MANFAAT HASIL PENELITIAN
Selain memiliki tujuan, sebuah penelitian haruslah memiliki manfaat. Adapun manfaat yang diharapkan dari hasil penelitian ini adalah sebagai berikut :
1) Bagi Penulis
Penulis dapat meningkatkan kualitas keilmuan serta mengimplementasikan metode Pembelajaran dengan media LCD.
2) Bagi Pengajar
Hasil penelitian ini dapat dijadikan perbandingan dan alternatif model pembelajaran dengan menggunakan media selain LCD dan LCD ada hasilnya .
3) Bagi Siswa
Dengan menggunakan media LCD siswa mampu meninggkatkan hasil pembelajarannya dan tidak jenuh dalam proses pembelajaran .
5. DEFINISI OPERASIONAL
Agar tidak terdapat kesalahpahaman atau kekeliruan dalam penelitian ini maka penulis beranggapan perlu adanya penjabaran definisi, sebagai berikut:
1. Fiqih yaitu: ilmu yang mempelajari tentang syariat islam / hukum islam.
2. Sholat wajib merupakan ibadah yang harus dilaksaksanakan umat islam yang terdiri dari sholat dhuhur, asyar, magrib isya’ dan shubuh.
3. Media LCD yaitu kita mengenal dulu apa itu media : Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, perantara atau pengantar. Dalam bahasa Arab, media adalah perantara (وسائل) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut Gelach dan Ely, media apabila difahami secara garis besar adalah manusia, materi, atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, ketrampilan, atau sikap. Secara lebih khusus, pengertian media dalam proses pembelajaran cenderung diartikan sebagai alat-alat grafis, photografis, atau elektronis untuk menangkap, memproses, dan menyusun kembali informasi visual atau verbal.
Ada pula yang mendefinisikan media sebagai alat bantu apa saja yang dapat dijadikan sebagai penyalur pesan guna mencapai tujuan pengajaran. Jadi media LCD Yaitu: media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yaitu audio dan visual.

BAB II
KAJIAN TEORI
A. PENGERTIAN SHOLAT
Asal makna sholat kata menurut bahasa arab ialah “ doa”. Yakni berdoa memohon rahmat dan ampunan. Seperti dijelaskan dalam firman Allah SWT. QS At- taubat 103.
          •        
Artinya: Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan mendoalah untuk mereka. Sesungguhnya doa kamu itu (menjadi) ketenteraman jiwa bagi mereka. dan Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui.( QS. At- Taubah 103).
Tetapi yang dimaksud disini Sholat dalam Syariat Islam ialah “ ibadah yang tersusuh dari beberapa perkataandan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, dan memenuhi beberapa syarat yang ditentukan.
Firman Allah Swt.
                        
Artinya: Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, Yaitu Al kitab (Al Quran) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar. dan Sesungguhnya mengingat Allah (shalat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadat-ibadat yang lain). dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan( Al- Angkabut: 45).

B. DASAR HUKUM SHOLAT
Ibadah sholat dimulai diperintahkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW dalam peristiwa Isra’ dan Mi’raj, satu tahun sebelum nabi SAW hijrah ke madinah. Shalat fardu ( shalat lima waktu) yang diwajibkan bagi tiap- tiap orang yang dewasa dan berakal ialah lima kali sehari semalam. Dalil yang memerintahkan sholat adalah sebagai berikut:
 Firman Allah SWT dalam QS. Al- Hajj ayat 77
            
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu, sembahlah Tuhanmu dan perbuatlah kebajikan, supaya kamu mendapat kemenangan.
 Hadist rasulullah SAW
Yang artinya : Rasullullah SAW Telah bersabda Allah swt telah memfardhukan atas uamtmu pada malam isra’ lima puluh kali sholat, maka aku akan kembali menghadap – Nya memohon keringanan, sehingga dijadikan kewajiban sholat itu lima kali dalam sehari semalam ( HR. Bukhori dan muslim).

C. SYARAT- SYARAT SHOLAT
Syarat – syarat wajib sholat
• Islam
Orang yang bukan islam tidak diwajibkan salat, berarti ia tidak dituntut untuk mengerjakannya di dunia hingga ia masuk islam, karena meskipun dikerjakannya, tetapi tidak sah, sedangkan ia dapat mengerjakan salat dengan jalan masuk islam terlebih dahulu. Begitulah seterusnya hukum – hukum furu’ terhadap orang yang tidak islam.
Firman Allah swt :
 •                     
Artinya : berada di dalam syurga, mereka tanya menanya, tentang (keadaan) orang-orang yang berdosa, “Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)?” mereka menjawab: “Kami dahulu tidak Termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan Kami tidak (pula) memberi Makan orang miskin.
Apabila orang kafir masuk islam , maka ia tidak diwajibkan mengqada sholat sewaktu ia belum islam, begitu juga puasa dan ibadah lainya.tetapi akan mendapat ganjaran yang baik.
• Sudah dewasa ( baligh)
Cirri –ciri dewasa :
1. cukup umur kurang lebih 15 tahun
2. keluar mani bagi laki- laki
3. keluar darah haid bagi perempuan
• Suci dari haid dan nifas bagi perempuan
• Berakal sehat.
orang yang tidak berakal tidak wajib sholat.
• Sudah sampai dakwah islam kepadanya ( mukallaf)
• Sadar atau tidak sedang tidur
Syarat Sah Sholat
• Telah masuk waktunya sholat ( tidak sah sholat yang dikerjakan sebelum masuk waktunya.)
• Menghadap kiblat
• Menutup aurat
Aurat laki- laki adalah antara pusar sampai lutut, sedangkan aurat perempuan seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan.
• Sici dari hadas besra dan hadas kecil
• Suci badan, pakaian, dan tempat shalat dari hadas dan najis.
D. RUKUN SHOLAT
1. Niat
Menyengajakan di dalam hati untuk mengerjakan sholat karena allah swt:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
Artinya: Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan.( HR. Bukhori dan ibnu umar)
2. Berdiri bagi yang kuasa
Dalam sholat berdiri itu wajib bagi orang yang mampu, bila tidak mamapu berdiri dengan duduk bila tidak mampu duduk dengan berbaring , bila tidak mampu berbaring maka dengan terlentang apabila tidak mampu juga dengan semampunya.
        
Artinya : peliharalah semua shalat(mu), dan (peliharalah) shalat wusthaa. Berdirilah untuk Allah (dalam shalatmu) dengan khusyu’.( QS. Al- baqarah : 238).
3. Takbiratul ihram dengan mengucapkan Allah Akbar
4. Membaca surat al- fatihkah
                                   
Artinya : Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. segala puji bagi Allah, Tuhan semesta alam. Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. yang menguasai di hari Pembalasan. hanya Engkaulah yang Kami sembah[6], dan hanya kepada Engkaulah Kami meminta pertolongan. Tunjukilah Kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.
Sabda rasulullah SAW Bersabda : yang artinya tidak sah sholat bagi orang yang tidak membaca fatihah kitab ( surah al- fatihah) ( HR. jamaah).
5. Rukuk serta tumakninah( diam sebentar)
Ruku’ adalah membungkukkan badan kedua tangan sebagai penyangga bertumpu pada lutut. Allah swt berfirman ( al- Hajj: 77)
    
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, ruku’lah kamu, sujudlah kamu
6. I’tidal serta tumakninah
I’tidal ialah Berdiri tegak setelah ruku ( bangun dari rukuk).
7. Sujud dua kali serta tumakninah
Sujud adalah membungkukkan badan dengan beberapa
8. Duduk diantara dua sujud serta tumakninah
9. Duduk akhir
10. Membaca tasyahud akhir
11. Membaca sholawat nabi Muhammad saw
12. Memberi salam yang pertama ( kekanan)
13. Menertibkan rukun ( mengerjakan secara urut dari niat sampai salam).

E. SUNNAH SHOLAT
1. Mengangkat kedua tangan saat takbiratul ihram samapi tinggi ujung jari sejajar dengan telinga telapak tanggan setinggi bahu keduanya dihadapkan kekiblat .
2. Mengangkat kedua tangan ketika rukuk, ketika berdiri dari rukuk , dan tatkala berdiri dari tasyahud awal dengan cara yang telah diterangkan pada takbiratul ihram.
3. Meletakkan telapak tangan diatas punggung tangan kiri dan keduanya diletakkan dibawah dada. Menurut sebagian ulama’ dibawah pusat.
4. Melihat kearah tempat sujud , selain pada waktu membaca : syahadatullah dalam tasyahud ketika itu hendaklah melihat ketelunjuk.
5. Membaca doa iftitah sesudah takbiratul ihram, sebelum membaca al- fatihah.
6. Membaca taawud sebelum membaca bismillah .
Firman allah :
        
Artinya : apabila kamu membaca Al Quran hendaklah kamu meminta perlindungan kepada Allah dari syaitan yang terkutuk.
7. Membaca amiin sehabis membaca fatihah.
8. Sunnah bagi makmum mendengarkan bacaan imamnya.
9. Mengeraskan bacaan pada shlat shubuh dan pada dua rakaat pertama sholat magrib dan isya’ begitu pula salat jumat , solat hari raya, tarawih dan witir dalam bulan ramadhon.
10. Takbir tatkala turun dan bangkit, selain ketika bangkit dari rukuk.
11. Duduk iftirassy ( bersimpuh) pada semua duduk dalam sholat kecuali duduk akhir.
F. HAL- HAL YANG MEMBATALKAN SHOLAT
• Merubah niat shalat.
• Membelakangi kiblat.
• Terbukanya aurot.
• Makan dan minum dengan sengaja.
• Meninggalkan salah satu rukun atau syarat shalat sebelum melaksanakan sholat tersebut dengan sempurna.
• Berhadats, baik hadats kecil maupun hadats besar.
• Bergerak lebih dari tiga kali diluar gerakan shalat.
• Berbicara baik sedikit atau banyak ( yang bukan bacaan sholat ) walaupun diucapkan dengan bahasa arab.
• Tertawa , seseorang yang tertawa ketika sholat menunjukkan bahwa tidak mencurahkan perhatian dalam pengabdiannya kepada allah swt, adapun bentuk batuk, bersin dan berdehem tidak membatalkan sholat.
• Murtad ( keluar islam)
• Mendahului imam lebih dari dua rukun, khusus bagi makmum.

BAB III
METODE PENELITIAN
A. SETTING DAN SUBYEK PENELITIAN
Penelitian Tindakan kelas (PTK) ini dilaksanakan di MTS Salafiyah syafiiyah Sukosewu Bojonegoro pada kelas VII B Tahun ajaran 2012-2013 dengan Standar Kompetensi (SK) Memahami Tata cara Sholat Wajib .
Obyek penelitian ini adalah siswa dikelas VII B berjumlah 31 siswa yang terbagi menjadi 22 perempuan dan 9 laki-laki yang karakternya dalam pembelajaran al-islam kreatifitas dan hasil belajarnya masih rendah.
B. JENIS DATA DAN CARA PENGAMBILANNYA
Jenis data yang didapat adalah kuantitatif dan kualitatif yaitu sebagai berikut:
1. Data hasil belajar diambil dengan cara memberikan test kepada siswa Sebelum dan setelah selesai tindakan.
2. Data pelaksanaan pembelajaran diperoleh dari hasil pengamatan kolabulator selama pelaksanaan tindakan tiap siklus dengan mengunakan instrumen observasi , wawancara kegiatan guru dan siswa pada saat KBM.
3. Data refleksi guru dan siswa diambil dengan cara pemberian angket kepada siswa dan guru setelah selesai tiap siklus.

BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
a. penerapan media pembelajaran dengan menggunakan media lcd ini sangat baik ini dilihat dari keseriusan siswa dalam pelajaran fikih, selain itu siswa tidak cepat boring dengan menggunakan media ini. Siswa selama pembelajaran fikih sangat baik, mendengarkan dan melihat n menggikuti proses pembelajaran dalam kelas dengan baik. Bisa dilihat sebelum- sebelumnya, peserta didik hanya duduk manis mendengarkan ceramah guru.
b. Hasil dari pembelajaran dengan menggunakan media LCD ada perubahan sekali. Pertama peneliti sebelum materi pelajaran member pertanyaan- pertanyaan terkait bahasan sholat, ada beberapa siswa kurang bisa dalam menjawab, diakhir pelajaran siswa pandai menjawab soal dan bisa praktek sholat dengan lumayan dibanding sebelumya.
B. SARAN
1. Untuk mengembangkan sikap dan keterampilan dalam bertanya, menjawab, menyampaikan pendapat kesan dan tulisan, memerlukan banyak latihan.
2. Guru perlu melakukan pendekatan untuk memberikan motivasi sehingga terbentuk rasa percaya diri.

DAFTAR PUSTAKA
Afkar, Tanwirul. 2000. Fiqh Rakyat. Yogyakarta: LKIS.
Azhar Arsyad, 1997 Media Pembelajaran (Jakarta: Raja Grafindo Persada,),
Azzet Muhaimin Akhmad, 2011 Pedoman Praktis Sholat Wajib dan Sunnah,Cet I (Surabaya : Javalitera,) .
Departemen Agama RI, 1975/1976 ,Al-Qur’an dan tafsirnya, Jakarta: proyek pengandaan kitab suci Al-Qur’an departemen RI.
Departemen RI 2008, Al-hikmah dan al-qur’an terjemahnya.Bandung: diponegoro,

http://pa-kotabumi.go.id/

imam abu zakariya yahyabi syaraf nawawi. 2010. Riyadus sholihin. ( Surabaya: nur huda.)
MZ Labib, 2010, Tuntunan Sholat, Cet I (Surabaya : Cipta Karya, ).
Nur Hasan. 2010.Fiqih untuk madrasah tsanawiyah semester gasal.( Surakarta : pratama.)
Putra M Moch. Faiz, 2010. Pedoman dan Penuntun Sholat-Sholat Sunnah Lengkap Cet I (Surabaya : Putra Apollo, ).
Sulaiman Rasyid. 2010. Fiqih Islam. ( Bandung .Sinar Baru Algensindo)
Tim Syaamil, , 2010. Al-Qur’anulkarim, Bandung : Sygma Publishing.

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN ( RPP)
Satuan Pendidikan : MTS
Mata Pelajaran : fiqih
Kelas/Semester : VII/II
Tahun Pelajaran : 2012-2013
Pertemuan ke : I
Alokasi Waktu : 4 x 40 Menit ( 2 x pertemuan )

I. Standar Kompetensi :
1. Memahami tatacara shalat wajib.
II. Kompetensi Dasar :
1.1 Menjelaskan ketentuan-ketentuan shalat wajib.
2.2 Mempraktikkan shalat wajib

III. Indikator :
1.1.1 Menjelaskan pengertian shalat wajib dan dasar hukumnya.
1.1.2 Menyebutkan syarat wajib dan syarat sah shalat.
1.1.3 Menyebutkan rukun dan sunnah shalat.
1.1.4 Menyebutkan hal-hal yang membatalkan shalat.
1.2.1 Menjelaskan tatacara shalat wajib secara berurutan ( tertib ).
1.2.2 Menyebutkan bacaan-bacaan shalat yang pokok.
1.2.3 Memperagakan bagian-bagian dari gerakan shalat.
1.2.4 Mempraktekkan shalat wajib secara benar.
IV. Tujuan Pembelajaran :
Siswa dapat :
1. Menjelaskan pengertian shalat wajib dan dasar hukumnya.
2. Menyebutkan syarat-syarat dan rukun serta sunnah shalat.
3. Menyebutkan hal-hal yang membatalkan shalat.
4. Menjelaskan tatacara shalat wajib.
5. Menyebutkan bacaan-bacaan shalat.
6. Memperagakan gerakan-gerakan shalat.
7. Mempraktekkan shalat wajib dengan benar.

V. Materi Pembelajaran :
Shalat Wajib
1. Pengertian shalat dan dasar hukumnya.
2. Syarat wajib dan syarat sah shalat.
3. Rukun dan sunnah shalat.
4. Hal-hal yang membatalkan shalat.
5. Bacaan dan gerakan shalat.
6. Tatacara shalat secara berurutan

VI. Metode Pembelajaran :
1. Diskusi
Siswa berdiskusi tentang ketentuan shalat wajib dan dasar hukumnya.
2. Drill ( Latihan )
Siswa berlatih menghafalkan bacaan dan gerakan shalat di sekolah.
3. Resitasi ( Penugasan )
Siswa diberi tugas untuk menghafalkan bacaan dan gerakan shalat di rumah.
4. Demonstrasi ( Peragaan )
Siswa memperagakan gerakan dan bacaan shalat secara individual.

5. Metode Simulasi atau Bermain Peran
Siswa pada saat praktek bisa bermain peran, nanti ada yang menjadi makmum , imam dan ada juga yang menjadi makmum masbuk.
VII.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran :
1. Kegiatan pendahuluan :
a. Guru menunjuk seseorang siswa yang fasih membaca Al qur’an untuk memimpin teman-temannya membaca surat An nisa’ ayat 103.
b. Menjelaskan materi yang akan diajarkan beserta kompetensi secara singkat.

2. Kegiatan inti :
a. Siswa mengadakan tanya jawab tentang pengertian shalat dan dasar hukumnya.
b. Siswa melihat dan mendengarkan materi tentang sholat pada LCD
c. Siswa melakukan diskusi kelompok tentang ketentuan-ketentuan shalat kemudian mempresentasikannya dalam forum diskusi kelas.
d. Siswa berlatih melafalkan bacaan dan melakukan gerakan shalat dengan benar
b. Siswa mempraktikkan bacaan dan gerakan shalat dengan benar.
3. Kegiatan penutup :
a. Guru memberi memberikan kesimpulan tentang tertib shalat.
b. Bersama-sama membaca bacaan shalat sebagai penutup pembelajaran.
VIII.Alat / Sumber Belajar :
 Azzet Muhaimin Akhmad, 2011 Pedoman Praktis Sholat Wajib dan Sunnah,Cet I (Surabaya : Javalitera,) .
 Departemen RI 2008, Al-hikmah dan al-qur’an terjemahnya.Bandung: diponegoro,
 MZ Labib, 2010, Tuntunan Sholat, Cet I (Surabaya : Cipta Karya, ).
 Nur Hasan. 2010.Fiqih untuk madrasah tsanawiyah semester gasal.( Surakarta : pratama.)
 Putra M Moch. Faiz, 2010. Pedoman dan Penuntun Sholat-Sholat Sunnah Lengkap Cet I (Surabaya : Putra Apollo, ).
 Sulaiman Rasyid. 2010. Fiqih Islam. ( Bandung .Sinar Baru Algensindo)

IX. Penilaian :
Teknik Penilaian : Tes Tulis, Lembar tugas & Unjuk Kerja.
Bentuk Instrumen : Uraian dan Praktik.
Soal/Instrumen :
a. Aspek Penguasaan Konsep ( Kognitif )
1. Jelaskan pengertian shalat wajib !
2. Jelaskan perbedaan antara syarat wajib dan syarat sah shalat !
3. Sebutkan empat rukun shalat yang berupa bacaan !
4. Sebutkan empat hal yang dapat membatalkan shalat !
5. Apa makna yang terkandung dalam ayat di bawah ini :

                        
b. Rubrik Penilaian Penerapan Konsep ( Psikomotor )

Rubrik penilaian praktek shalat

Nama : ……………………………… Nilai : ………….
Aspek Penilaian A=10 B=8 C=7 D=5
1. Niat dan takbiratul ihram
2. Bersedekap dan membaca doa iftitah
3. Membaca surat Al fatihah dan surat pendek
4. Rukuk dan membaca tasbih rukuk
5. I’tidal dan membaca doa I’tidal
6. Sujud dan membaca tasbih sujud
7. Duduk antara dua sujud dan membaca doa
8. Duduk iftirasy dan doa tasyahud awwal
9 Duduk tawaruk dan do’a tasyahud akhir
10.Salam
Skor Penilaian
Skor Maksimal 100 80 70 50

LEMBAR TUGAS
Kelompokkan antara syarat wajib dan syarat sah sholat di bawah ini !
No. Syarat wajib sholat Syarat sah sholat

From → Uncategorized

Tinggalkan sebuah Komentar

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: